Selasa, 26 Mei 2009

PERBAIKAN SELESAI, AIR PDAM TIRTA SIAK KEMBALI MENGALIR



Setelah bekerja keras siang malam selama 2 hari, akhirnya perbaikan pipa transmisi utama PDAM yang pecah selesai

menjelang Selasa malam. Sempat timbul kekhawatiran banyak kendala yang akan menghambat kelancaran perbaikan. Lokasi

tempat pecahnya pipa memang sepintas biasa saja. Tetapi dalam melakukan perbaikan banyak sekali kendala yang menghambat.


Lokasi keluarnya air dari pipa yang pecah ternyata mencapai hampir 6 meter (1 batang pipa) dari titik kebocoran sehingga galian cukup panjang dan dalam. Pada lokasi ternyata banyak ditemukan potongan kayu dan tunggul kayu bekas yang diperkirakan sisa penebangan kayu ketika jalan dibuka lebih 40 tahun yang lalu. Galian tanah juga tergolong keras karena ada dibadan jalan yang berlapis-lapis perkerasannya termasuk aspal beton 10 cm dan lapisan batu mangga dengan tebal sekitar 30 cm. Hal yang paling runyam adalah menunggu pengurasan air dari pipa yang memerlukan waktu hampir 1 hari meskipun semua pompa PDAM sudah dimatikan.

Gangguan distribusi air bersih yang melanda seluruh kota yang berasal dari PDAM Tirta Siak telah menimbulkan kepanikan pelanggan mencari sumber air pengganti. "Memang kondisi darurat seperti ini PDAM tidak dapat memberitahu pelanggan terlebih dahulu, karena ini adalah murni kerusakan yang terjadi tiba-tiba. Hanya saja terjadi pada pipa induk tempat semua air lewat. Sehingga bila pecah seperti sekarang, semua pompa terpaksa dimatikan. Atas terjadinya gangguan tersebut kami mewakili manajemen PDAM meminta maaf kepada seluruh pelanggan" Direktur Teknik PDAM Tirta Siak Adrial. A. Bakar, ST menjelaskan."Mudah-mudahan setelah perbaikan selesai, pelanggan kembali secara berangsur mendapat distribusi air. Diperlukan waktu antara 6 sampai 12 jam untuk memulihkan kelancaran aliran air, karena semua pipa telah kosong dan semuanya perlu diisi terlebih dahulu sebelum mengalir kerumah pelanggan".

Sampai jam 9 malam dari lokasi kejadian terlihat pekerjaan perbaikan sudah selesai, meskipun galian aspal belum ditimbun kembali. "Kerja kami dari bagian distribusi belum selesai, mulai saat ini semua katup udara harus kami buka agar udara yang terperangkap dalam pipa bisa keluar dan tidak menggangu kelancaran aliran air didalam pipa" kata M Nasir kepala bagian distribusi PDAM Tirta Siak yang sepanjang waktu mengontrol pekerjaan dilapangan. "Ini sebetulnya pekerjaan kritis, karena bila udara terperangkap dalam pipa, bisa menyebabkan pecahnya pipa. Kami harus ekstra hati-hati".

Diperkirakan aliran air akan sampai secara berangsur kerumah pelanggan mulai dari malam ini sampai Rabu besok.

PIPA TRANSMISI UTAMA PDAM TIRTA SIAK PECAH




Sejak Senin dinihari terjadi gangguan pelayanan air bersih PDAM Tirta Siak. Gangguan pelayanan tersebut disebabkan pecahnya pipa transmisi utama
PDAM Tirta Siak diameter 450 mm di Jl. Kulim, Tampan. Jenis pipa ACP
(asbestos concrete cement) merupakan pipa yang rentan mengalami retak
ataupun pecah karena pengaruh tekanan air ataupun adanya beban luar
(truk berat). Debit aliran pada pipa ini lebih kurang 180 liter/detik
dari kapasitas total PDAM 420 liter.detik. Akibatnya distribusi aliran
air bersih ke seluruh rumah pelanggan terpaksa dihentikan sementara
waktu kecuali untuk pelanggan di Rumbai yang sumber airnya berasal
dari Danau Limbungan.

Saat ini perbaikan pipa tersebut masih terus dilaksanakan dan
diusahakan untuk dapat diselesaikan sesegera mungkin. Sementara
dilakukan perbaikan, untuk mengatasi gangguan aliran air bersih, PDAM
Tirta Siak akan memfungsikan 1 sistem pengolahan dari 2 sistem
pengolahan yang ada secara optimal. Diharapkan pelanggan akan tetap
mendapat aliran air kembali paling tidak sore atau malam hari ini,
meskipun volume dan tekanan airnya berkurang.

Perbaikan telah memakan waktu 2 hari disebabkan ukuran pipa yang
besar, galian yang dalam, pengurasan airnya lama karena pipa induk
dengan volume besar, pada galian banyak tunggul kayu besar dan pipa
yang harus diganti mencapai 6 meter. Tetapi dengan kerja keras tanpa
henti diusahakan dapat selesai pada malam hari sehingga air akan
kembali normal pada keesokan harinya. Karena masih diperlukan waktu
antara 6-12 jam untuk mengisi semua pipa dan mengembalikannya
beroperasi seperti sedia kala. Percepatan ini dimungkinkan karena
material perbaikan sudah ada dalam stok gudang PDAM.

Dengan terjadinya gangguan pelayanan distribusi air dari PDAM Tirta
Siak sejak Senin dinihari 25 Mei 2009, manajemen PDAM
Tirta Siak menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh
masyarakat/pelanggan yang telah mengalami kesulitan mendapatkan air.


Bagi pelanggan yang memerlukan informasi dan keterangan lebih lanjut
dapat menghubungi PDAM Tirta Siak melalui Telepon (0761) 23825 dan
(0761) 26532 atau langsung ke kantor PDAM Tirta Siak di Jl. Sudirman,
Loket Jl. Teratai, Instalasi Pengolahan Air Jl. Kayu Manis dan Cabang
Perumnas Rumbai.

Kamis, 05 Maret 2009

TARIF AIR PDAM HANYA Rp.1,6/LITER


Meskipun tidak ada penyesuaian tarif selama 10 tahun, namun tarif PDAM Tirta Siak hanya direkomendasikan naik maksimum 50%. Berapa harga sebenarnya air bersih PDAM Tirta Siak?. Dan berapa banyaknya volume air 1 M3 (meter kubik) itu ?. Mahal atau justru sangat murah ?.

Penambahan Sub Kelompok Pelanggan
Ada perubahan pengelompokkan pelanggan dalam usulan tarif PDAM Tirta Siak yang baru. Kelompok pelanggan rumah tangga yang sebelumnya hanya 2 sub kelompok, berubah menjadi 4 sub kelompok. Yaitu sub kelompok rumah tangga A, rumah tangga B, rumah tangga C dan rumah tangga D. Disini yang dipecah adalah sub kelompok rumah tangga B menjadi sub kelompok rumah tangga C dan rumah tangga D.

Pemecahan sub kelompok ini bertujuan untuk menyesuaikan terjadinya subsidi silang antar kelompok pelanggan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum pada PDAM. Dengan adanya subsidi silang maka nilai kenaikan tarif yang besar dapat dihindarkan.

Perubahan Blok Konsumsi
Disamping penambahan sub kelompok pelanggan, pada usulan tarif juga terjadi perubahan besaran konsumsi pada blok konsumsi. Pada tarif sebelumnya batasan blok konsumsi adalah kelipatan 15 M3, tetapi pada tarif yang baru blok konsumsi adalah sampai 10 M3, 11-20 M3, 21-30 M3 dan diatas 30 M3. Nilai 10 M3 pada blok pertama adalah konsumsi 1 keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar penggunaan air bersih selama 1 bulan masih dikenakan tarif yang rendah (subsidi) karena tarifnya lebih rendah dari biaya produksi. Kebutuhan dasar setiap orang adalah sebesar 60 liter/orang/hari dan setiap keluarga terdiri dari 5 orang, sehingga kebutuhan sebulan sebesar 9.300 liter atau 9,3 M3. Kebutuhan dasar meliputi mandi, cuci, kakus dan memasak.

Akan tetapi seiring dengan meningkatnya konsumsi, tarif air juga meningkat untuk menutupi kekurangan biaya pada blok dibawahnya. Disamping itu konsumsi yang melebihi kebutuhan dasar, subsidinya juga semakin dikurangi. Sehingga semakin besar konsumsi, harganya semakin tinggi.

Harga Tarif Air PDAM Hanya Rp.1,6/Liter
Jika ditelaah lebih dalam, maka sesungguhnya harga air PDAM sangatlah murah. Karena satuan volume yang digunakan adalah M3 (meter kubik). Dimana 1 M3 sama dengan 1.000 (seribu) liter, sehingga jika tarif air naik menjadi Rp.1.600/M3, maka sesungguhnya harga perliternya hanya Rp.1,6. Jika demikian tentu pelanggan tidak bisa membeli 1 liter saja karena tak ada uang rupiah senilai Rp.1,6. Wah murah sekali, ya !. (PDAM-TS)

Rabu, 11 Februari 2009

Ibu Karen dan Proses Tranformasi di Pertamina


PDAM Tirta Siak ikut juga

* Written by Yodhia Antariksa
* Posted February 9, 2009 at 2:00 am

Ibu Karen Agustiawan akhirnya terpilih sebagai CEO Pertamina; satu jabatan teramat penting untuk sebuah perusahaan raksasa paling besar di tanah air (gross revenue Pertamina tahun lalu sekitar Rp 500 trilyun atau separoh dari APBN Indonesia). Dihadapannya menunggu sang supertanker yang harus ia kendalikan untuk menembus samudra luas nan membentang, menuju sebuah pulau impian bernama “Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat Indonesia”. Sebuah tugas maha berat untuk seorang Ibu dengan tiga anak yang menjelang dewasa.

Kisah transformasi Pertamina pada akhirnya memang sebuah babakan panjang yang teramat terjal nan berliku. Change management dan corporate transformation adalah dua kata yang mungkin teramat indah untuk dipahatkan pada sebuah dinding berbatu marmer. Namun dua idiom itu terasa selalu pecah berkeping-keping setiap kali hendak dijejakkan pada sebuah rumah besar bernama Pertamina.

Sebelum melangkah jauh, ada baiknya diingat kendala struktural yang menjelaskan mengapa proses transformasi di Pertamina selalu berjalan terguncang-guncang. Yang paling mencolok adalah fakta bahwa Pertamina belum sepenuhnya otonom dan independen dari pengaruh intervensi kebijakan pemerintah. Inilah faktor krusial yang sebagian bisa menjelaskan mengapa kinerja Pertamina kini kalah jauh dibanding Petronas – sebuah perusahaan minyak yang dulu justru banyak berguru padanya. Toh demikian, perjalanan mengejar Petronas juga bukan hal yang mustahil (impossible is nothing, begitu kata sebuah slogan). Disana selalu ada asa yang terus menggantung untuk direngkuh; dan selalu ada kesempatan bagi Pertamina untuk menjadi perusahaan kelas dunia yang disegani.

Berikut tiga tindakan kunci yang mungkin kelak bisa mengibarkan bendera kejayaan Pertamina. Tindakan yang pertama adalah memilih CEO yang visioner, kredibel dan memiliki kapasitas yang menjulang untuk mengeksekusi proses transformasi secara sukses. Saya membayangkan CEO yang dibutuhkan Pertamina adalah sosok yang mirip-mirip mendiang Cacuk Sudarijanto (yang dulu melakukan tansfromasi di Telkom dengan berhasil) atau Robby Djohan (sosok yang sukses melakukan turn around di Garuda dan Bank Mandiri). Sayangnya, angan-angan ini segera redup ketika tahu Ibu Karen yang terpilih menjadi CEO.

Okay, Ibu Karen is brilliant and fearless female. Namun visi dan kualitas leadership yang dimilikinya tampaknya belum pernah teruji dengan solid. Dengan kata lain, jam terbang yang disandangnya boleh jadi tak cukup tangguh untuk menggerakkan supertanker menuju bahtera yang lebih cemerlang. Jadi disini masalahnya adalah jam terbang. Flying watch, kalau kata Tukul. Mudah-mudahan sekali estimasi saya ini tidak sepenuhnya benar.

Tindakan kedua yang mungkin juga perlu dilakukan adalah memberikan otonomi penuh serta waktu yang cukup kepada CEO yang terpilih. Otonomi yang luas dari pemerintah sebagai pemegang saham diperlukan agar sang CEO bisa mengambil keputusan strategis yang penting bagi masa depan Pertamina. Dan elemen waktu amat penting sebab dengan itu akan bisa terjamin kontinuitas kepemipinan. Layak dicatat, tiga CEO terakhir yang memimpin Pertamina tidak pernah bertahan lebih dari tiga tahun. Dan sungguh ini sebuah contoh dramatis tentang betapa buruknya proses sucession planning di Pertamina. Kedepan kisah tragis semacam ini mesti dihindari tatkala Pertamina hendak menjadi a world class company.

Tindakan terkahir yang juga amat penting adalah ini : sang CEO – siapapun dia – selayaknya mengalokasikan waktu hingga 60 s/d 75 % untuk focus only on people. Sementara masalah strategi, pemasaran, keuangan dan proses bisnis cukup ia serahkan pada jajaran direksi atau manajernya. Jack Welch, bekas CEO legendaris dari GE itu pernah berujar, ia mengalokasikan waktu hingga 60 % untuk mengelola isu SDM. Sebab, ia melanjutkan, masalah people development terlalu penting untuk didelegasikan pada orang lain. Itulah kenapa ketika ditanya apa rahasia kunci dibalik keberhasilannya melakukan proses transformasi di GE, ia berujar pendek : my strong ability on managing and devoloping great people.

Saya selalu membayangkan, mestinya Pertamina bisa memiliki semacam pusat pengembangan ekesekutif yang top markotop layaknya GE Executive Development Center yang kondang itu. Sebuah pusat pengembangan yang bisa menelorkan top executive masa depan dengan mutu kelas dunia. Dan saya membayangkan, sang CEO sendiri yang langsung mengendalikan segenap proses pengembangan itu, dan mendedikasikan waktu yang amat intensif untuk menjaga keberhasilannya. Sebab sekali lagi, “if you focus on people, everything else will be running brilliantly,” begitu kata salah seorang pakar manajemen. Tumbuhkan orang-orang hebat pada setiap lini, maka seluruh proses bisnis di perusahaan Anda dengan sendirinya akan mekar penuh kecemerlangan.

Ibu Karen, selamat menunaikan tugas mulia nan suci ini. Teriring doa dari saya serta segenap pembaca Blog Strategi + Manajemen untuk kemuliaan dan kesuksesan Ibu……

Photo credit by : James Jordan under creative commons license.

Jumat, 06 Februari 2009

PDAM Wajib Naikkan Tarif

Sejalan dengan Usulan PDAM Tirta Siak
(Dikutip dari Riau Pos Jumat, 06 Pebruari 2009)

JAKARTA-Pemerintah mewajibkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menaikkan tarif sehingga melebihi biaya produksi. Kewajiban itu adalah syarat agar PDAM bisa mendapatkan penghapusan utang pemerintah.

Kepala Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM) Rachmad Karnadi menuturkan, salah satu penyebab utang PDAM adalah, harga jual air minum lebih rendah dibandingkan biaya produksi. "Biaya produksi rata-rata Rp 2.200 per meter kubik, tapi dijual Rp 1.800 per meter kubik. Bila tarif PDAM lebih dari Rp 2.200 per meter kubik, PDAM baru bisa untung," kata dia di Jakarta kemarin (5/2).

Karena itu, PDAM yang mengajukan penghapusan utang diwajibkan membuat rencana bisnis, yang salah satunya berisi proyeksi kenaikan harga jual air secara bertahap. "Besarnya kenaikan, mulainya kapan, dan jangka waktunya berbeda-beda di tiap PDAM," ujar Rachmad.

Sesuai Permendagri 23/2006, PDAM memang tidak boleh merugi atau berhak atas return of asset (ROA). Fungsi laba itu untuk mengganti aset yang rusak, mengembangkan jaringan distribusi, serta mengantisipasi jika terdapat gejolak. Agar kenaikan tarif secara bertahap ini terjamin, DPRD dan bupati akan dimintai persetujuan pada rencana bisnis masing-masing PDAM. "Setelah itu, kenaikan tarif tidak perlu lagi membutuhkan persetujuan DPRD, cukup persetujuan bupati atau walikota," katanya.

Namun, kenaikan tarif akan tetap memperhitungkan penghasilan masyarakat berpenghasilan rendah. Karenanya, PDAM akan tetap memberikan subsidi untuk pemakaian 0-10 meter kubik dengan harga Rp 900 per meter kubik. "Berarti 60 liter per orang per hari yang cukup untuk kebutuhan lima jiwa dalam sehari," ujarnya.

Rachmad menuturkan, kenaikan tarif juga akan mendorong investasi di bidang air bersih. Dengan tarif yang rendah saat ini, banyak pihak swasta yang tertarik dan berencana terjun ke bisnis air minum, namun membatalkan rencana investasinya.

Ada sejumlah kerjasama antara perusahaan swasta dan pemerintah daerah dalam pengelolaan air bersih. Kerjasama tersebut ada yang berbentuk bangun operasikan dan pindahkan (BOT) seperti di Kota Medan, namun ada pula yang berbentuk konsesi seperti PT Palyja di DKI Jakarta dan Batam.

Berdasarkan data Perpamsi, hingga akhir 2007 lalu, dari lebih 200 PDAM di seluruh Indonesia, sebanyak 26 persen PDAM dalam kondisi sehat. Artinya, mampu berkembang, mampu mengelola pinjaman, mampu melakukan penggantian aset, operasionalnya efisien, dan mampu meraih laba.(noe/bas)

Minggu, 01 Februari 2009

PDAM TIRTA SIAK Mampu Menghasilkan Air Bersih dan Jernih

Memproduksi dan mendistribusi-kan air bersih yang berkualitas, secara cukup dan terus menerus adalah misi PDAM Tirta Siak. Komitmen ini terus dipertahankan sehingga apapun kondisinya, pelayanan kepada pelanggan terus dan akan terus berjalan.

Air adalah sumber kehidupan dan manusia tidak bisa hidup tanpa air. Filosofi tersebut menjadi pegangan PDAM Tirta Siak dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Meskipun banyak mengalami hambatan dan kendala, tugas memproduksi air dan kemudian mengantarkannya kepada pelanggan tidak pernah berhenti. Sistem operasi produksi dan sekaligus distribusinya terus menerus 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu dan tidak mengenal libur!.



PDAM Tirta Siak menjadi salah satu gantungan harapan masyarakat kota Pekanbaru dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang selalu diperlukan setiap saat. Mulai dari kebutuhan dasar untuk mandi, mencuci dan memasak. Sampai kepada kebutuhan sekunder untuk menyiram tanaman dan mencuci kendaraan. Semuanya memerlukan air yang cukup, bersih dan selalu ada. Tidak dapat dibayangkan betapa sulitnya beraktifitas jika air tidak ada.

SISTEM PRODUKSI AIR
Sistem pengolahan air PDAM Tirta Siak merupakan instalasi pengolahan lengkap yang mampu menghasilkan air bersih sesuai standar yang berlaku. Keandalan alat pengolahan ini sudah terbukti dapat menghasilkan air yang bersih dan jernih.

Kapasitas
disain instalasi pengolahan air yang dimiliki PDAM Tirta Siak saat ini mampu mengolah air sampai 620 l/d. Kapasitas tersebut dapat digunakan melayani kebutuhan pelanggan 40.000 sambungan. Dan sampai bulan Januari 2009 ini pelanggan PDAM baru mencapai 18.200 sambungan sehingga PDAM hanya berproduksi pada kapasitas 300-400 l/d saja.


SISTEM DISTRIBUSI AIR
Jaringan perpipaan PDAM sudah ada sepanjang 360.000 meter dengan berbagai ukuran. Kawasannya meliputi batas Jl. Sekolah Rumbai disebelah utara, Sungai Sail disebelah timur, Bandara SSK II disebelah selatan dan Jl. SM Amin disebelah barat. Melalui program investasi, sebagian besar jaringan perpipaan utama sudah diganti dengan yang baru.

Awal bulan Januari 2009 ini, investasi terus dilanjutkan dengan pekerjaan pemasangan pipa induk transmisi ukuran 600 mm dari Tampan menuju pusat kota. Dengan demikian keandalan sistem distribusi air sudah semakin meningkat dan mampu mengantarkan air kesemua pelanggan dengan volume lebih besar dan tekanan kuat.


SISTEM PELAYANAN
Guna mendukung pelayanan yang cepat, tepat dan akurat, layanan administrasi PDAM Tirta Siak sudah menggunakan program komputerisasi. Ada program Customer Information System (CIS) untuk mengelola data pelanggan beserta rekeningnya. Ada program Geographycal Information System (GIS) untuk mengelola gambar jaringan perpipaan sampai untuk mengetahui lokasi setiap pelanggan.


MANAJEMEN DAN SDM
PDAM Tirta Siak terus berbenah diri. Manajemen dan SDM PDAM Tirta Siak memegang peran kunci dari setiap langkah maju yang direncanakan. SDM yang handal, tangguh, berpengalaman dan terpercaya adalah syarat yang tidak bisa ditawar. Pelayanan yang ramah, hangat dan bersahabat harus diterapkan menjadi standar. PDAM Tirta Siak harus diselamatkan demi ribuan pelanggan yang telah setia menunggu lama untuk pelayanan PDAM yang lebih baik. Misi inilah yang menjadi langkah berikut manajemen mewujudkan PDAM Tirta Siak yang bersih, jernih dan modern.(@)

Sabtu, 22 November 2008

Tim Efisiensi Pegawai PDAM Tindaklanjuti Restrukturisasi


Kamis, 6 Nopember 2008 16:03
Final 17 November,

Riauterkini-PEKANBARU-Restrukturisasi di tubuh PDAM Tirta Siak menjadi harga mati. Kegiatan efisiensi pegawai sebagaimana sudah diproses sebelumnya mulai ditindaklanjuti sejak 3 Oktober. Efisiensi dilakukan PDAM mengingat kondisi keuangan yang sangat memprihatinkan, tidak balance atau seimbang dengan pemasukan dari tarif air.

Tim restrukturisasi yang beranggotakan 5 orang pun sudah dibentuk sejak 22 Oktober lalu. Tim Efisiensi Pegawai beranggotakan direktur dan kabag PDAM, yakni Nova Novianti (ketua tim), dengan anggota Adrial, Amir Faisal, Hartati dan dan Tuti Wati. Fungsinya menindaklanjuti saran konsultan, PT Waseko yang salah satu rekomendasinya adalah mengurangi jumlah karyawan PDAM. Saat ini, jumlah karyawan PDAM mencapai 156 orang.

"Kita lakukan perundingan dengan karyawan untuk menindaklanjuti saran konsultan, sesuai dengan UU No 22/1004 tentang ketenagakerjaan. Data sudah ada, tinggal penyelesaian saja," jelas Direktur Keuangan Nova Novianti yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Efisiensi kepada riauterkini di sela-sela rapat tim efisiensi Kamis (6/11). Namun ketika dipertanyakan berapa jumlah karyawan yang bakal dikurangi, Nova menolak berkomentar. Yang pasti, lanjut Nova, PT KTDP sebagai investor sudah menyiapkan dana Rp2,6 miliar untuk pesangon karyawan.

Sebelum itu pada pagi harinya, beredar sms dari nomor tak dikenal kepada wartawan bahwa hari ini akan ada perundingan tim efisiensi dengan 28 karyawan yang akan di-PHK-kan. Namun ketika dikonfirmasi mengenai jumlah karyawan yang bakal di PHK, Nova menolak berkomentar. "Diabaikan saja. Itu sms seperti surat kaleng, tidak perlu ditanggapi. Yang pasti, tanggal 17 November nanti, semua sudah selesai," imbuhnya.

Namun salah seorang karyawan PDAM, Kamiasar mengaku menerima undangan perundingan bipartit dengan Tim Efisiensi Pegawai PDAM. Undangan dengan nomor 10/PDAMTS-TEP/Und/XI-2008 mengundang Kamiasar untuk berunding bipartit Rabu (5/11) lalu. "Ada 28 orang yang terima surat serupa, undangan perundingan bipartit. Saya sendiri tak masalah dengan efisiensi. Dua tahun lagi saya juga pensiun," ujar Kamiasar santai.

Pengurangan karyawan PDAM menjadi salah satu jalan bagi PDAM untuk menuju sehat. Kondisi keuangan yang memprihatikan menjadi masalah utamanya. Hingga hari ini, karyawan belum juga menerima gaji. Menurut Direktur Tekhnik, Adrial, pengeluaran dan pemasukan PDAM tidak seimbang. Untuk gaji sebulan diperlukan sekitar Rp300 juta, pengeluaran bahan kimia Rp350 juta, listrik Rp250 juta. Sementara pemasukan hanya berkisar Rp800-900 juta. Belum lagi untuk biaya operasional lainnya. "Pendapatan tak bisa naik karena tarif air tak naik. Padahal sudah dilaksanakan efisiensi untuk listrik dan bahan kimia. Sekarang saja karyawan belum gajian. Agar perusahaan balance, ya restrukturisasi," pungkasnya.

Efisiensi Pegawai Akan Terus Berlanjut
Sebanyak 28 karyawan PDAM Tirta Siak akhirnya diberhentikan manajemen PDAM. Menurut Ketua Badan Pengawas PDAM, Fauaz Ilyaz Selasa (18/11) menyatakan, untuk awal memang ada 28 orang yang di'lay off'. Namun berikutnya, akan ada kelanjutannya.

"Efisiensi akan berlanjut. Sekarang baru target pertama. Berikutnya, masih ada kelanjutannya," ujar Fauaz.

Untuk pesangon ke-28 karyawan yang direkomendasikan terkena program 'lay off', anggaran Rp2,9 miliar sudah disiapkan oleh investor, PT Karta Tirta Dharma Pangada (KTDP). Transfer dana pesangon dilaksanakan Selasa siang. "Kita bayarkan dulu pesangonnya, baru karyawan (yang diberhentikan,red) tidak masuk lagi," tambahnya.

Mengenai efisiensi lanjutan, Fauaz mengaku tidak mengetahui secara rinci. Hanya saja, sudah ada rasio berapa kebutuhan karyawan PDAM. Tujuannya, untuk meningkatkan kinerja sesuaikan dgn aturan yg berlaku. "Kita harapkan dengan efisiensi, bisa meningkatkan kinerja PDAM," imbuhnya.

Efisiensi ditubuh PDAM memang harus dilaksanakan. Dengan jumlah 156 karyawan saat ini, PDAM terlihat 'gemuk'. Sementara pengeluaran dan pemasukan tidak seimbang. Untuk gaji karyawan sebulan saja mencapai Rp300 juta. Pembelian bahan kimia Rp350 juta dan bayar listrik Rp250 juta. Belum pengeluaran teknis lainnya. Sedang pemasukan hanya berkisar Rp800-900 juta.

Sementara, ketika ditanya mengenai pemecatan dirut PDAM, Kemas Sjamsul Qomar, Fauaz mengakui sudah merekomendasikan hal tersebut. Saat ini, pemecatan sedang dalam proses. Walau berharap banyak dari Kemas, lanjutnya, masalah keluarga Kemas sehingga tidak bisa kembali ke Pekanbaru menjadi alasan kuat untuk dilaksanakannya pemecatan. "Fit and proper test yang kita laksanakan kemarin tidak main-main. Kita berharap banyak dari Kemas. Tapi ternyata begini," pungkasnya.***(sari)

Minggu, 16 November 2008

Hilangkan Raja-raja Kecil di PDAM Tirta Siak



Rabu, 05 November 2008
KOTA (RP) - Persoalan yang melanda Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Siak sudah sejak lama berlangsung dan menjadi sorotan massyarakat.

‘’Kebanyakan badan usaha milik negara, termasuk milik daerah memang penuh dengan masalah. Akan tetapi bukan berarti sampai rumit seperti yang terjadi di tubuh PDAM sendiri. Salah satu upaya untuk menuntaskan masalah demi masalah tersebut dan menuju profesional, raja-raja kecil di dalam perusahaan itu harus dihilangkan,’’ kata pengamat ekonomi global dan perusahaan, Deliarnov kepada Riau Pos, Selasa (4/11).

Dosen Universitas Riau (Unri) ini mengaku juga menyimak serta mengikuti rentetan masalah demi masalah yang terjadi ditubuh PDAM. Mulai dari persoalan pelayanan, kualitas air, ulah-ulah karyawan, hingga seringkali terjadi ketidakcocokan antara pimpinan dan bawahan. Ketidakcocokkan ini dinilainya yang membuat munculnya raja-raja kecil, terlihat dari bawahan dengan semenanya mendeskreditkan pimpinan, padahal ada aturan perusahaan yang harus dilalui terlebih dahulu.

‘’Dan sudah menjadi rahasia umum, pembangkangan yang dilakukan karyawan tersebut, karena banyak orang-orang penting dibelakang mereka. Sehingga, muncul raja-raja kecil, yang bisa mengambil sikap terhadap pimpinannya. Kalau terus begitu, siapapun pimpinannya, tidak akan bisa untuk bekerja membenahi berbagai masalah,’’ katanya. Ia juga berpendapat, kalau lebih baiknya semua karyawan diambil kebijakan untuk diberhentikan. Dari yang berhenti ini, kemudian direkrut kembali yang memiliki kompetensi. Kalau kemampuan keuangan perusahaan tidak memadai untuk melakukan pemutusan hubungan kerja keseluruhan, paling tidak lakukan kembali uji kompetensi intern dan membuka peluang sebesar-besarnya bagi yang mengundurkan diri.

‘’Dilemanya banyak PDAM ini. Keuangan morat marit, karyawan banyak masalah, bahkan saya dengar banyak yang bermain didalam. Paling tidak, lakukan kembali uji kompetensi kembali bagi karyawan yang ada dan diterapkan beban kerja yang profesional. Kalau saat ini, saya yakin tidak ada penambahan pelanggan baru. Saya sudah lama di Pekanbaru ini, tidak ada keinginan sedikitpun berlangganan karena tahu kondisi air dan pelayanannya bagaimana,’’ tuturnya.(hpz).

Selasa, 11 November 2008

Sidang Dugaan Korupsi PDAM : Terkesan Bohong, Berkali-kali Ditegur Hakim


PEKANBARU-Riau Mandiri. Asraf (43), yang tampil sebagai saksi dalam persidangan dugaan korupsi di tubuh PDAM Tirta Siak, Rabu (8/10) di PN Pekanbaru, berkali-kali menerima teguran dari majelis hakim. Pasalnya, Kasubag Kas dan Bank PDAM Tirta Siak tersebut terkesan mengeluarkan pernyataan bohong. Kesaksian Asraf terkait dengan pemeriksaan terhadap terdakwa Er. Dari pantauan lapangan, kesan berbelit-belit yang disampaikan saksi mulai terlihat ketika JPU Sardion, SH dan Irvan, SH melontarkan sejumlah pertanyaan terhadapnya. Setiap hendak menjawab pertanyaan, saksi selalu berpikir dahulu beberapa menit sehinga sempat membuat JPU jengkel. Bukan hanya wajah bingung saja yang ditunjukkannya, tetapi Asraf juga selalu mementahkan kembali pernyataannya semula. "Anda jangan bingung, jawab saja dengan jujur. Tadi anda kan sudah disumpah," tegur JPU Irvan.

Salah satu keterangan saksi yang dinilai berbelit itu terkait pernyataannya yang mengatakan dari lima kwitansi yang diberikan pelanggan, dua di antaranya yaitu warna merah dan hijau adalah tanggung jawabnya. Namun setelah didesak JPU Irvan, Asraf membantahnya lagi. "Maaf tadi saya salah, yang benar itu adalah warna merah dan biru," ungkapnya lagi dengan wajah semakim pucat. Bahkan saksi yang bertugas sebagai penerima rekening pelanggan tersebut, juga mengaku tidak mengetahui bahwa ada 94 kwitansi pelanggan yang belum disetorkan terdakwa Ros kepadanya. "Masa iya Bapak sebagai penerima rekening tidak mengetahui jumlah pelanggan PDAM," sergah JPU Irvan.

Tak hanya JPU, hakim Syahlan, SH juga sempat menegur dan memperingati saksi. "Saya ingatkan, berikan saja keterangan yang benar dan yang saudara ketahui saja, jangan berbohong. Sebab bisa-bisa saja posisi saudara nanti sama dengan posisi terdakwa," tegurnya. Dalam persidangan sebelumnya terungkap, dugaan korupsi yang melibat Er dan Ros terjadi sekitar antara tahun 2003 hingga tahun 2005. Saat itu, terdakwa Ros yang menjabat sebagai Kasir Pemasangan Baru Non Air, diduga dengan sengaja tidak menyetorkan sebagian uang pembayaran pemasangan air baru dari pelanggan. Akibatnya, negara dirugikan sebesar Rp259,7 juta. Terdakwa Er juga diduga ikut menikmati hasil korupsi tersebut. (dol)

Jumat, 07 November 2008

Tarif Baru : Layak dan Terjangkau


Pekanbaru (08 Nopember 2008). Tarif PDAM Tirta Siak saat ini sudah diberlakukan selama hampir 9 tahun. Selama kurun waktu tersebut belum ada penyesuaian sama sekali. Karena begitu lamanya umur tarif tersebut, mungkin bisa diusulkan masuk museum rekor MURI.

Tarif PDAM menggambarkan bagaimana biaya PDAM ditutupi dari pendapatan penjualan air. Tarif yang rendah dapat dipastikan membuat PDAM rugi. Sementara itu jika tinggi, tidak terjangkau pelanggan berpenghasilan rendah.

Tarif untuk Pemulihan Biaya
Konsep dasar tarif pelayanan umum adalah mampu memulihkan biaya (full cost recovery). Artinya pendapatan dari usaha memberikan pelayanan kepada pelanggan, mampu menutupi biaya untuk melaksanakan pelayanan itu sendiri. Sehingga tarif yang ideal harus layak bagi PDAM dan terjangkau oleh masyarakat.

Saat ini hampir 90% PDAM di Indonesia berada pada kondisi tidak sehat. Meski tidak sepenuhnya hanya disebabkan oleh tarif yang rendah, tetapi tarif yang rendah berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesehatan PDAM. Jika PDAM tidak sehat, akan sangat sulit baginya untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Bagaimana Jika Tarif Rendah?
Dengan diterapkannya konsep pemulihan biaya, manajemen PDAM harus mengendalikan pendapatan dan biaya secara ketat. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka PDAM berada dalam kesulitan.

Kesulitan PDAM akan berpengaruh langsung kepada mutu pelayanan. Jika pendapatan tidak dapat menutupi biaya maka PDAM akan rugi. Dan uang yang diterima dari pelanggan dapat dipastikan juga tidak akan dapat menutupi pengeluaran. Akibatnya PDAM defisit, sehingga tidak mampu beroperasi secara normal.

Dampaknya pasti PDAM akan memangkas kebutuhan pengeluaran untuk bahan kimia, listrik, perawatan, pemeliharaan, perbaikan, operasi rutin bahkan sampai kepada gaji. Ini tentu melemahkan kemampuan operasional sehingga kualitas pelayanan kepada pelanggan menjadi menurun.

Naik tapi Tetap Terjangkau
Untuk mengatasi semakin menurunnya kualitas pelayanan diperlukan kenaikan tarif agar PDAM tidak rugi dan dapat beroperasi normal. Namun kenaikan tarif PDAM pun tidak bisa sembarangan karena harus terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat sebagai wujud keadilan dan pemerataan pelayanan perusahaan milik pemerintah.**

Minggu, 02 November 2008

Pembenahan Internal PDAM Tirta Siak


Setelah puluhan tahun menjadi PDAM yang tidak sehat, sekarang tibalah saatnya kondisi tersebut dihentikan dan segera dilakukan perbaikan. Menjadi PDAM tidak sehat sungguh tidak nyaman, pelayanan jelek dimaki konsumen namun pembayaran rekening juga tidak lancar. Sehingga muncul kesulitan yang bertubi-tubi. Dan penyelesaiannya tidak mudah, ibarat menentukan mana yang lebih dulu telur daripada ayam. Mana yang lebih dulu perbaikan pelayanan atau kenaikan tarif?

Perbaikan PDAM yang telah lama sakit kronis sama juga j
sulitnya menyembuhkan sakit pada orang yang telah sakit menahun. Sulit dan mengalami jalan berliku bahkan terkadang sangat tidak menyenangkan. Tetapi tetap harus dilakukan.

Perbaikan dan pembenahan PDAM Tirta Siak demikian juga. Setelah berpuluh milyar investasi perbaikan instlasasi pengolahan air dan jaringan pipa air minum diperbaiki ternyata belum menghasilkan nilai positif bagi perusahaan. Usut punya usut ternyata selama ini perbaikan hanya di sisi teknis saja tanpa didukung pembenahan sumber daya manusia. Rupanya bagaimanapun baiknya sisi teknis tanpa dikelola oleh SDM yang kompeten hasilnya tetap nihil.

Menyadarihal tersebut semenjak pertengahan tahun 2007 dirancanglah program pembenahan internal yang terkait dengan SDM. Hasil analisa independen manyatakan bahwa ternyata 60% pegawai yang ada saat ini tidak kompeten sehingga tidak ada pilihan bahwa perbaikan kinerja dan operasional hanya bisa diwujudkan setelah SDM dibenahi sehingga SDM yang ada nantinya mempunyai kemampuan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan.

Analisa tersebut ternyata didukung juga oleh data bahwa ternyata dari hasil audit hampir 60% juga pegawai yang ada bermasalah dengan kegiatan ilegal diperusahaan. Bahkan sudah ada yang diproses dipengadilan. Klop sudah data yang ada, sehingga kemudian muncul rencana memproses lay off terhadap pegawai-pegawai yang bersalah tersebut. Namun sejak bertahun-tahun sebelumnya program ini tak pernah berjalan lancar, karena banyak faktor bahkan sampai-sampai jajaran direksi sudah diganti berkali-kali namun masalah implementasi lay off tak pernah selesai.

Inilah sebab awal munculkan kemelut di PDAM Tirta Siak.

adrial
pdammaju.blogspot.com

Herman Dukung Kenaikan Tarif Air

8 Oktober, 2008, 12:02 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

WALI Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM kepada wartawan, Senin (1/9) mengisyaratkan bahwa tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak sudah layak naik. Alasan yang diberikan Herman, tarif yang diberlakukan saat ini masih tarif 10-15 tahun yang lalu. Sementara kenaikan barang-barang untuk penetralisir air atau bahan produksi air bersih, sudah berkali-kali naik.

Akan tetapi sebutnya, sebelum kenaikan tersebut dilakukan, PDAM perlu untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terlebih dahulu. Kenaikan tarif dibahas terlebih dahulu oleh badan pengawas dan nanti akan melalui prosedur persetujuan bersama DPRD Kota Pekanbaru.

“Usulan kenaikan memang sudah disampaikan kepada saya. Saya minta kepada mereka (jajaran PDAM,red), agar melakukan pembahasan intern terlebih dahulu bersama badan pengawas. Tarif yang berlaku saat ini adalah tarif 10-15 tahun yang lalu, sementara barang seperti tawas sudah berkali-kali naiknya. Kalau memang naik, PDAM juga mesti meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebelum kenaikan diberlakukan, Herman mengisyaratkan harus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Kapan kenaikan tersebut akan dilakukan? Ia berujar, jika sudah ada kata sepakat antara DPRD dan Pemko Pekanbaru serta PDAM dengan sosialisasi kepada masyarakat, maka baru tarif baru bisa diberlakukan.
“Kenaikan tarif ini kuncinya adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Inilah kita beri waktu Dirut baru untuk bekerja selama dua tahun untuk membenahi PDAM dan kapan waktu kenaikan, tunggu waktu dari Dirut itulah,” tuturnya.

Wawako Nilai Wajar
Dalam pada itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Erizal Muluk juga menyetujui kenaikan tarif air. Karena sembilan tahun perusahaan BUMD Pekanbaru ini masih menetapkan tarif lama yakni sebesar Rp1.500 per meter kubik. Padahal, biaya operasionalnya Rp2.500 per meter kubik.
“Menurutnya, kenaikan tarif PDAM memang belum bisa dilakukan sekarang ini. Tapi, sudah ada sinyal dari Wali Kota Pekanbaru melakukan kenaikan tarif baru. Hanya saja, sampai saat ini belum ada tarif baru yang tersebutkan oleh Wali Kota Pekanbaru. Berkemungkinan besar kenaikan tarif PDAM dilakukan tahun 2009. Dengan catatan, pelayanan air bersih kepada masyarakat harus lebih meningkat lagi.
Jangan sampai ada keluhan dari masyarakat bahwa PDAM masih belum bisa memberikan pelayanan air bersih kepada konsumen. Nah, inilah yang menjadi perhatian di lapangan. Sebelum ada kenaikan tarif, masyarakat harus bisa mengevaluasi kinerja perusahaan,” ujarnya.
Ia juga berpendapat, kenaikan tarif memang perlu dilakukan PDAM. Disesuaikan dengan biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan. Namun demikian, pelayanan haruslah ditingkatkan terlebih dahulu.
Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Siak Pekanbaru Kiemas Sjamsul Qomar menjelaskan bahwa kenaikan tarif sudah ada sinyal dari Wali Kota Pekanbaru. Namun demikian, perusahaan harus meningkatkan terlebih dahulu pelayanan air bersih kepada konsumen. Wajar atau tidak mengenai kenaikan tarif PDAM menurut Kiemas Sjamsul Qomar perlu kiranya mendapatkan perhatian seluruh masyarakat. Pasalnya, sudah sembilan tahun lamanya PDAM tidak menaikan tarif.
“Tarif PDAM memang mengalami kenaikan. Tapi belum ada kebijakan pasti mengenai angkanya. Wali Kota sudah memberikan sinyal untuk itu semua,” ujarnya.(riaupos.online).

Jumat, 26 September 2008

Salam Kenal !


Hari ini sungguh bersejarah bagi PDAM Tirta Siak Kota Pekanbaru, karena sebuah blog baginya sudah tercipta. Sebuah blog diharapkan menjadi cikal bakal media informasi pelayanan air bersih bagi pelanggan melalui teknologi informasi berbasis internet.

Blog ini sementara dinamai blog PDAM Tirta Siak dan dapat diakses melalui : pdamtirtasiak.blogspot.com. Setiap saat direncanakan akan memberikan informasi aktual apa dan bagaimana pelayanan PDAM Tirta Siak.